MENU

Selasa, 13 September 2016

Dear Abang Junno ...

Dear Alririansyah Kholidin Iqbal.. 

Mungkin sekarang abang sedang bertanya-tanya mengapa jarang ada Buna dan Biya bersama. 
Jarang ada tawa kami bersama mengiringi tawamu. 
Jarang ada waktu kami bersama menemanimu. 

Maafkan kami. 
Bukan. 
Maafkan buna. 

Maafkan buna yang mejadikan semuanya menjadi membingungkan di matamu. 
Maafkan buna yang selalu terlihat nangis di depanmu. 
Maafkan buna yang selalu berusaha menutupi kemana biya ditengah tidurmu. 
Maafkan buna. 

Jika nanti abang besar, dan udah tau apa arti semua ini. 
Buna hanya ingin abang tau, 
Bahwa ga ada sedikitpun rasa sayang, kasih buna dan biya berkurang sedikitpun untuk abang, 
Apalagi buna. 
Buna akan sekuat tenaga membesarkan abang, 
Mempertahankan abang, 
Serta memberikan abang pengetahuan untuk menghormati wanita, mencintai buna, dan selalu berbudi pekerti baik. 

Nak, diluar nanti hidup akan keras, 
Banyak orang yang ingin menjatuhkan satu sama lain, 
Banyak orang yang dengan sengaja berasumsi untuk menyerang satu sama lain, 
Mungkin nantipun abang akan mendengar cerita tentang buna dari versi yang berbeda. 

Nak, jika kelak abang dewasa, 
Dan waktu kita tidak banyak untuk bersama-sama kembali, 
Ingatlah bahwa buna akan selalu ada untuk abang, 
Menghapus air mata abang, 
Membuat semuanya baik-baik saja seperti yang abang lakukan saaat ini terhadap buna. 

Terima kasih nak. 
Terima kasih sudah mau sedikit mengerti akan situasi ini, 
Terima kasih selalu menjadi anak yang baik, Yang selalu mengingatkan untuk solat, 
Yang selalu menyambut buna dengan senyuman 
Dan yang selalu memeluk buna disaat malam sepi datang. 


Alririansyah kholidin iqbal, 
Abang juno, 
Mungkin dosa buna banyak banget ke abang, 
Banyak banget hal yang buna sesalkan, 
Banyak waktu buna yang tidak buna habiskan untukmu, 
Tapi nak, 
Doakan buna, 
Kita sama-sama berdoa ya. 
Semoga kita bisa melewati ini semua. 
Buna dan biya bisa mewujudkan mimpi abang. Apapun itu nak. 



Jakarta, idul adha 2016